Ketua Umum Instruksikan Tiga Pilar Partai Lakukan Pelatihan Mitigasi Bencana

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menginstruksikan kepada seluruh kader PDI Perjuangan, khususnya yang berada di Tiga Pilar Partai untuk terus menerus melakukan pelatihan mitigasi bencana. Hal ini disampaikannya dalam acara launching Sistem Peringatan Dini Multi Bahaya Geo-Hidrometeorologi kerjasama Baguna PDI Perjuangan (PDIP) dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di DPP PDIP, Rabu (4/8).

Ketua Umum PDIP menegaskan pelatihan migitasi bencana sangatlah penting karena menurutnya apa yang terjadi di lapangan tidak semuanya sesuai dengan teori-teori yang ada.

Sistem Peringatan Dini Multi Bahaya Geo-Hidrometeorolog mendorong masyarakat memiliki budaya mitigasi bencana alam yang rawan terjadi di Indonesia.

“Dengan ini secara resmi pengaktifan Sistem Peringatan Dini Multi Bahaya Geo-Hidrometeorologi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini saya buka dengan resmi,” kata Ketua Umum PDI Perjuangan.

Menurut Megawati Soekarnoputri, penanganan bencana juga harus dilakukan berbagai lapisan, termasuk eksekutif dan legislatif. Ia menekankan eksekutif dan legislatif harus benar-benar turun ke lapangan membantu rakyat ketika sedang menghadapi bencana.

“Tidak hanya muncul untuk dilihat saya. Tapi tolong kalian yang sebagai pemimpin, saya sangat perlu dalam persoalan bencana ini adalah pemimpin lapangan,” tegasnya.

Presiden ke-5 Republik Indonesia tersebut menilai tidak sedikit pimpinan daerah yang tak memiliki sensitivitas kuat terkait wilayahnya yang rawan terkena bencana.

“Kasih tahu mereka yang daerahnya memang kemungkinan ada bencana. Bagi daerah yang tidak nanti saja. Saya sampai heran kalau tanya sendiri sepertinya eksekutifnya awarenessnya enggak kuat,” ucapnya.

Megawati juga menjelaskan tindakan pascabencana merupakan hal yang tak bisa diabaikan.

Dalam kesempatan itu, ia mengatakan seperti menjadi konsultan masalah bencana di Indonesia. Karena selama ini gencar mengingatkan ihwal potensi bencana di Tanah Air dan bagaimana memitigasinya.

Ia pun menyinggung pernyataan Presiden Amerika Serikat Joe Biden yang memprediksi Jakarta akan tenggelam dalam sepuluh tahun. Ia mengatakan, banyak orang ribut ketika orang nomor satu Amerika itu menyampaikan perkiraan itu. Padahal hal serupa juga pernah diingatkannya.

Menurutnya, pernyataan Joe Biden itu merupakan peringatan yang baik untuk Indonesia. Dan telah mendiskusikan hal itu dengan Presiden Jokowi dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Ia mengingatkan bahwa peringatan itu harus direspons dengan bergegas mencari solusi.

“Makanya saya bilang kok lama-lama saya kayak jadi konsultan ya. Saya guyon sama Pak Hasto, aku ki kok jadi konsultan, tapi enggak dibayar lho, To. Hanya untuk apa, menggembirakan diri sendiri. Karena apa, ini kewajiban saya sebagai warga bangsa Indonesia, saya enggak mau negaraku kelelep,” jelas Megawati.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengapresiasi inisiasi PDIP yang meluncurkan Sistem Peringatan Dini Multi Bahaya Geo-Hidrometeorologi. Sebab Indonesia memang memerlukan pembangunan budaya mitigasi bencana alam yang rawan terjadi.

“Ini berpengaruh terhadap spirit kami, sehingga setiap bencana kami merasa itu yang harus dilakukan, pemimpin tertinggi harus turun langsung tak memberi perintah dari balik meja,” ujar Dwikorita.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) atau lebih dikenal sebagai Basarnas, Marsekal Madya Hendri Alfiandi mengakui bahwa para kader PDIP memang termasuk salah satu yang paling memberikan dukungan atas kerja-kerja penanggulangan bencana. Ia berharap komitmen PDIP ini bisa diikuti oleh kelompok organisasi kemasyarakatan lainnya tanpa memperhitungkan latar belakang politiknya.

“Terutama kami memang masih sangat membutuhkan support langsung dari potensi SAR yang ada di Indonesia. Kami sangat terbantu dengan Baguna dan ormas lainnya yang selama ini membantu,” kata Hendri.